
8 Fungsi Agregat dalam Konstruksi Beton dan Jenis-jenisnya
Agregat menjadi elemen pokok yang membantu dalam pembangunan rumah, jalan, dan proyek lainnya. Fungsi agregat terutama sebagai bahan pengisi dalam campuran mortar atau beton.
Digunakan bersama dengan bahan pengikat, seperti semen, Agregat menjadi komponen penting untuk membentuk bahan konstruksi beton. Pada dasarnya, agregat juga menjadi dasar dari sejumlah material konstruksi lainnya yang tidak dapat dibuat tanpa agregat.
Untuk lebih memahaminya, artikel ini akan membimbing Anda dalam memahami apa itu agregat, keunggulan, dan sejumlah fungsinya. Simak informasinya sampai tuntas!
Fungsi Agregat dalam Konstruksi Beton
Konstruksi beton tidak bisa dipisahkan dari peran penting agregat dalam membentuk struktur yang kokoh dan tahan lama. Berikut adalah fungsi agregat dalam konstruksi beton.
1. Memberikan Kekuatan Struktur
Salah satu fungsi agregat dalam konstruksi beton adalah memberikan kekuatan struktural. Mampu menyatu bersama bahan pengikat seperti semen, agregat membentuk kerangka kuat yang dapat menahan beban dan tekanan.
Kemampuan agregat untuk memberikan dukungan struktural menjadi kunci dalam konstruksi berbagai proyek, mulai dari jalan raya, rumah, hingga bangunan bertingkat.
2. Meningkatkan Kepadatan Struktur
Selain memberikan kekuatan, fungsi agregat juga meningkatkan kepadatan struktur beton. Agregat membantu mengisi dan mendistribusikan ruang antar partikel bahan pengikat.
Hal ini menciptakan struktur yang lebih padat sehingga meningkatkan daya tahan dan stabilitas material konstruksi.
Baca juga: 5 Jenis Besi Beton yang Sering Dipakai untuk Konstruksi
3. Meningkatkan Daya Tahan Terhadap Beban dan Tekanan
Fungsi agregat yang tidak bisa diabaikan adalah kontribusinya terhadap daya tahan terhadap beban dan tekanan. Selain membuat struktur internal yang kokoh, agregat juga membantu beton untuk menahan beban yang diberikan.
Ini membuat konstruksi beton menjadi pilihan yang ideal untuk proyek-proyek yang memerlukan daya tahan yang tinggi, seperti jembatan dan struktur infrastruktur penting lainnya.
4. Mengoptimalkan Penggunaan Semen
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan agregat dalam campuran beton dapat mengoptimalkan penggunaan semen.
Sebagai bahan tambahan yang lebih terjangkau, agregat membantu mengurangi jumlah semen yang diperlukan dalam campuran.
Dalam praktiknya, perbandingan antara agregat dan semen dapat diatur dengan cermat ketika agregat ditambahkan ke dalam campuran beton.
5. Mengurangi Permeabilitas Pada Beton
Fungsi dari agregat untuk konstruksi beton selanjutnya adalah kemampuannya untuk mengurangi permeabilitas pada beton. Susunan yang padat ini membantu mencegah air dan zat lainnya meresap ke dalam beton atau aspal.
Hal ini tentunya menjadi penting dalam memastikan keberlanjutan struktur beton dan mengurangi risiko kerusakan akibat penetrasi air yang berlebihan.
6. Mengurangi Penyusutan pada Beton
Ketika beton mengering dan mengalami proses pengerasan, ada kecenderungan untuk terjadi penyusutan atau perubahan dimensi.
Agregat bekerja sebagai pengisi celah-celah kecil yang mungkin terbentuk selama proses pengeringan beton.
Hal ini mengurangi risiko terjadinya penyusutan yang dapat merugikan kestabilan dan penampilan estetika konstruksi.
Baca juga: 6 Jenis Kerusakan Beton, Penyebab dan Cara Mengatasinya
7. Memberi Sentuhan Estetika
Selain kegunaannya dalam hal kekuatan dan daya tahan, agregat juga memberikan sentuhan estetika pada material konstruksi.
Dalam beberapa aplikasi, seperti pembuatan elemen arsitektural atau permukaan beton yang terlihat, agregat dapat memberikan bentuk dan dimensi tertentu yang spesifik.
Hal ini tentunya dapat meningkatkan fungsi estetika sekaligus memungkinkan berbagai pilihan desain yang memenuhi kebutuhan proyek secara visual.
8. Mencegah Terjadinya Segregasi
Segregasi dapat menyebabkan ketidakseragaman kekuatan dan karakteristik beton di berbagai bagian struktur. Segregasi ini dapat memengaruhi kualitas konstruksi beton.
Memiliki ukuran dan berat yang berbeda, agregat kasar membantu menjaga distribusi yang merata dalam campuran beton guna mencegah terjadinya pemisahan antara pasta semen dan agregat.
Pada initinya, keunggulan agregat terletak pada kemampuannya memberikan kekuatan mekanis, meningkatkan stabilitas, dan mendistribusikan beban secara merata pada material konstruksi, seperti beton atau aspal.
Partikel agregat yang terdistribusi dengan baik memberikan kepadatan yang optimal, meningkatkan kekuatan tarik, dan menciptakan lapisan yang kokoh.
Baca juga: 5 Fungsi Grooving Beton dalam Konstruksi Modern
Jenis-jenis Agregat
Agregat memberikan kekuatan dan kepadatan pada beton, serta mempengaruhi sifat-sifat fisik dan mekaniknya. Berikut adalah beberapa jenis agregat yang umum digunakan dalam konstruksi campuran beton:
1. Kerikil (Gravel)
Kerikil adalah agregat yang terdiri dari batu-batu kecil dengan ukuran antara 2,5 mm hingga 63 mm. Ukuran yang seragam dan bentuk yang bulat membuatnya cocok untuk digunakan dalam campuran beton.
Kerikil umumnya tersedia dalam berbagai ukuran, dan digunakan terutama untuk membuat beton yang kuat dan tahan terhadap tekanan.
2. Pasir (Sand)
Pasir adalah agregat yang terdiri dari partikel-partikel kecil yang lebih halus dari kerikil, dengan ukuran kurang dari 2,5 mm. Pasir digunakan untuk mengisi ruang antara partikel agregat yang lebih besar dan untuk meningkatkan reaktivitas dengan semen.
Pasir yang bersih, tahan terhadap kandungan tanah yang tinggi, dan bergradasi dengan baik, sering kali menjadi pilihan yang baik dalam konstruksi beton.
3. Kerikil Halus (Fine Gravel)
Kerikil halus adalah agregat yang memiliki ukuran antara kerikil dan pasir, biasanya antara 2 mm hingga 5 mm. Kerikil halus digunakan sebagai pengganti pasir atau kerikil kasar dalam campuran beton.
Agregat ini memberikan kepadatan yang baik pada campuran beton dan sering digunakan dalam campuran yang membutuhkan gradasi ukuran yang lebih halus.
4. Kerikil Berukuran Besar (Coarse Gravel)
Kerikil berukuran besar adalah agregat dengan ukuran lebih dari 63 mm. Meskipun kurang umum digunakan dalam beton struktural, agregat ini kadang-kadang digunakan dalam beton lapisan tebal atau proyek-proyek khusus.
Kerikil berukuran besar dapat memberikan kekuatan tambahan dan kepadatan pada campuran beton, tetapi pemilihan ukuran yang tepat dan distribusi yang merata sangat penting untuk mencapai performa yang diinginkan.
Demikianlah informasi mengenai fungsi agregat beserta dengan jenis-jenisnya. Pentingnya pemilihan agregat yang tepat menjadi kunci sukses proyek konstruksi yang kuat dan kokoh.
Baca juga: Mengenal Arti Kode Besi Beton yang Standar SNI
Apabila Anda sedang mengerjakan proyek konstruksi, pertimbangkan juga untuk membeli bor tembok di Kawan Lama Solution. Kami memahami betapa pentingnya alat ini dalam menjadikan pekerjaan Anda lebih efisien dan akurat.
Kawan Lama Solution menyediakan berbagai pilihan bor berkualitas, mulai dari combination drill, hammer drill, impact drill, magnetic drill, hingga rotary drill.
Sudah mengadopsi teknologi mutakhir, bor tembok di Kawan Lama Solution menjadi solusi lengkap untuk kebutuhan konstruksi Anda.
Jadi, tunggu apa lagi? Langsung saja kunjungi Kawan Lama Solution dan wujudkan proyek konstruksi impian Anda dengan ketepatan dan kemudahan bersama kami!