2 Jenis Multimeter dan Fungsinya dalam Elektronika

Jenis multimeter

Jenis Multimeter dan Fungsinya: Alat Penting dalam Elektronika


Dalam dunia elektronika, pengukuran merupakan aspek yang sangat penting. Untuk memastikan akurasi dan keamanan dalam pengukuran, penggunaan alat yang tepat sangat penting. Salah satu alat yang umum digunakan dalam pengukuran listrik adalah multimeter. Lalu, apa saja jenis multimeter?

Pada kesempatan kali ini, Kawan Lama Solution akan menjabarkan secara mendalam mengenai pengertian multimeter, jenis-jenisnya, dan fungsi dalam penggunaannya. Agar Anda dapat memahaminya secara mendalam, simak sampai selesai artikel di bawah ini!

Apa Itu Multimeter?

Sebelum masuk ke dalam berbagai jenis dan fungsinya, mari pahami terlebih dahulu apa itu multimeter. Multimeter merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur berbagai parameter listrik, seperti tegangan, arus, dan resistansi. Alat ini sangat penting dalam mendeteksi masalah listrik, melakukan perbaikan, dan memastikan kinerja optimal suatu rangkaian.

Baca juga: 6 Manfaat Kalibrasi Alat Ukur dan Contohnya

Jenis-jenis Multimeter

Terdapat dua jenis multimeter yang umum digunakan, yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Berikut penjelasan dari kedua jenis multimeter ini.

1. Multimeter Analog

Multimeter analog atau yang juga sering disebut sebagai multimeter jarum beroperasi dengan menggunakan jarum sebagai penunjuk hasil pengukuran. Alat ini umumnya digunakan untuk pengukuran umum dan pemeriksaan mengenai baik tidaknya suatu komponen. Multimeter ini memakai peraga jarum moving coil dan mengukur berdasarkan arus (elektronis dan non elektronis).

Berikut bagian-bagian utama pada multimeter analog:

  • Sekrup Pengatur Jarum Penunjuk: Berguna untuk mengatur jarum penunjuk pada skala pengukuran.
  • Tombol Pengatur Jarum Penunjuk pada Kedudukan Zero: Berfungsi untuk mengkalibrasi jarum penunjuk pada posisi nol.
  • Sakelar Pemilih: Untuk memilih rentang pengukuran yang sesuai.
  • Lubang Kutub: Tempat menyambungkan kabel pengukuran.
  • Sakelar Pemilih Polaritas: Menentukan polaritas arus atau tegangan yang diukur.
  • Kotak Meter: Berisi mekanisme internal untuk menunjukkan hasil pengukuran.
  • Jarum Penunjuk Meter: Mengindikasikan hasil pengukuran pada skala.
  • Skala: Menunjukkan nilai hasil pengukuran pada rentang tertentu.

Kelebihan Multimeter Analog:

  • Intuitif: Gerakan jarum memberikan visualisasi yang mudah dimengerti.
  • Harga Terjangkau: Harganya lebih ekonomis dibandingkan dengan versi digital.

2. Multimeter Digital

Multimeter digital merupakan jenis multimeter yang menggunakan display digital untuk menampilkan hasil ukuran. Keuntungan utama multimeter digital adalah kemudahan dalam pembacaan dan tingkat akurasinya yang tinggi, sehingga Anda tidak perlu lagi menghitung antara hasil ukur dan batas ukur.

Berikut Bagian-Bagian Utama pada Multimeter Digital:

  • Display Digital: Menampilkan hasil pengukuran dengan angka yang jelas.
  • Sakelar Pemilih: Memilih rentang pengukuran yang diinginkan.
  • Lubang Kutub: Tempat menyambungkan kabel pengukuran.
  • Sakelar Pemilih Polaritas: Menentukan polaritas arus atau tegangan.
  • Kotak Meter: Berisi sirkuit elektronik yang mengonversi hasil pengukuran menjadi tampilan digital.
  • Skala: Menunjukkan nilai hasil pengukuran pada display.

Kelebihan Multimeter Digital:

  • Akurasi Tinggi: Hasil pengukuran lebih akurat.
  • Kemudahan Pembacaan: Tampilan digital memberikan pembacaan yang jelas.
  • Memiliki Fungsi Tambahan: Multimeter digital juga dapat digunakan untuk berbagai fungsi tambahan, seperti pengukuran temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya.

Baca juga: 22 Jenis Measurement Tools dan Fungsinya

Fungsi Multimeter

Multimeter analog dan digital memiliki beberapa fungsi yang membantu dalam mengecek beberapa hal terkait kelistrikan. Berikut beberapa fungsi dari alat ini.

1. Pengukuran Tegangan (Voltage)

Pengukuran tegangan adalah fungsi utama multimeter yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui potensial listrik pada suatu titik dalam suatu rangkaian. Anda dapat menempatkan probe multimeter pada titik-titik tertentu dalam sirkuit, lalu multimeter akan membaca tegangan dan memberikan gambaran tentang besaran listrik pada titik tersebut.

2. Pengukuran Arus (Current)

Multimeter juga berfungsi sebagai alat untuk mengukur arus listrik dalam suatu sirkuit. Dalam pengaturan ini, multimeter dihubungkan dalam seri dengan sirkuit, sehingga arus melalui multimeter dan memberikan pembacaan yang akurat tentang jumlah arus yang mengalir.

3. Pengukuran Resistansi (Resistance)

Fungsi pengukuran resistansi memungkinkan untuk menilai seberapa besar resistansi yang dimiliki oleh suatu komponen atau sirkuit. Untuk mengukur resistansi, Anda dapat menyambungkan probe multimeter pada kedua ujung komponen, setelah itu multimeter akan memberi informasi tentang seberapa besar resistansi yang harus diatasi dalam arus listrik.

4. Pengukuran Kapasitansi (Capacitance)

Beberapa multimeter digital dilengkapi dengan fungsi pengukuran kapasitansi, yang memungkinkan Anda untuk mengevaluasi kapasitas kapasitor dalam suatu rangkaian. Fungsi ini sangat bermanfaat dalam mendeteksi masalah atau menilai kesehatan kapasitor.

5. Pengukuran Frekuensi (Frequency)

Beberapa multimeter digital dapat mengukur frekuensi sinyal dalam suatu sirkuit. Ini bermanfaat ketika bekerja dengan sirkuit yang melibatkan osilasi atau gelombang frekuensi tertentu, seperti dalam aplikasi elektronika yang melibatkan penerima radio atau sirkuit osilator.

Baca juga: 10 Peralatan Mekanik Dasar dan Fungsinya

6. Pengukuran Temperatur

Beberapa multimeter digital memiliki sensor suhu yang memungkinkan pengukuran suhu dalam derajat Celcius atau Fahrenheit. Fungsi ini dapat digunakan ketika bekerja dengan komponen atau perangkat yang sensitif terhadap perubahan suhu.

7. Pemeriksaan Kesalahan (Continuity Testing)

Fungsi kontinuitas pada multimeter digunakan untuk memeriksa apakah suatu jalur atau koneksi dalam suatu sirkuit tertutup (kontinu) atau terputus. Ini merupakan alat yang sangat berguna dalam mendeteksi kabel yang putus atau komponen yang rusak.

Itulah penjelasan mengenai jenis multimeter dan fungsinya. Penting untuk Anda ketahui bahwa pemilihan jenis multimeter yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan spesifik proyek. Jika mencari akurasi dan keterbacaan tinggi, multimeter digital menjadi pilihan terbaik. Namun, untuk pengukuran umum, multimeter analog masih tetap relevan dan efektif.

Dalam menjalankan proyek elektronika, memiliki alat yang andal dan berkualitas adalah kunci. Kawan Lama Solution dapat menjadi mitra yang menyediakan multimeter terbaik untuk memenuhi kebutuhan pengukuran Anda.

Selain multimeter, Kawan Lama Solution juga menyediakan berbagai peralatan, material, dan bahan bangunan berkualitas tinggi. Jelajahi berbagai produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda di sini!

Circle image

PT. Kawan Lama Solusi

PT. Kawan Lama Solusi adalah perusahaan distribusi terkemuka di Indonesia dengan jangkauan terluas untuk peralatan dan mesin industri. Telah berdiri lebih dari setengah abad dan beroperasi lebih dari 19 cabang di seluruh Indonesia, PT. Kawan Lama Solusi berkomitmen menyediakan solusi industri terbaik oleh tim sales engineer yang berpengalaman untuk memenuhi kebutuhan industri.